RPP HIV
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Kuliah :
Pendidikan Kesehatan
Sasaran :
Penghuni LAPAS
Pertemuan Ke- :
1 (satu)
Alokasi Waktu :
15 Menit
Standar Kompetensi :
Mengenal Lebih Dekat HIV / AIDS
Kompetensi Dasar :
Pengantar / Pemahaman Dasar Tentang HIV / AIDS
Indikator :
1. Mengetahui definisi HIV /
AIDS
2. Mengetahui cara penularan
dan kegiatan yang tidak menularkan HIV /AIDS
3. Mengetahui gejala-gejala HIV
/ AIDS
4. Mengetahui cara pencegahan
HIV / AIDS
5. Mengetahui cara perawatan
dan pengobatan HIV / AIDS
I.
Tujuan Pembelajaran
Diakhir proses pembelajaran, diharapkan peserta dapat :
1. Menjelaskan definisi HIV / AIDS
2. Menjelaskan cara penularan
dan kegiatan yang tidak menularkan HIV /AIDS
3. Menjelaskan gejala-gejala HIV
/ AIDS
4. Menjelaskan cara pencegahan
HIV / AIDS
5. Menjelaskan cara perawatan
dan pengobatan HIV / AIDS
II.
Materi Ajar :
Pengetahuan Dasar HIV / AIDS
III.
Metode Pembelajaran : Ceramah dan Tanya jawab
IV.
Langkah – Langkah Pembelajaran
Kegiatan Awal
( 2 menit )
Apersepsi :
Perkenalan bahaya HIV / AIDS
Motivasi :
Gambaran pengidap HIV / AIDS
Kegiatan Inti
(10 menit)
Pemateri mengawali pembelajaran dengan memberikan
penjelasan tentang pokok materi yang akan dibahas yaitu : definisi, cara
penularan, kegiatan yang tidak menularkan HIV / AIDS, gejala, cara pencegahan,
cara perawatan dan pengobatan HIV / AIDS. Pemateri juga dapat menjelaskan bahwa
pembelajaran akan dilakukan melalui ceramah dan tanya jawab. Sebagai langkah
awal untuk mengetahui pengetahuan peserta tentang HIV / AIDS, pemateri dapat
memberikan pertanyaan terbuka. Kemudian pemateri memberi penegasan tentang
pertanyaan tadi.
Kegiatan
Penutup ( 5 menit )
Pemateri melakukan evaluasi proses pembelajaran.
V.
Alat / Bahan / Sumber Belajar
1.
Alat : Leaflet, Laptop,
Infokus
2.
Sumber Bahan : Buku tentang HIV / AIDS
3.
Sumber Belajar :
a. Kapita
selekta kedokteran edisi 3, jilid 1. Penerbit: Media Aesculapius Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia. tahun
2001
VI.
Evaluasi
Pemateri melakukan tanya jawab untuk mengetahui
sejauhmana peserta mengerti materi HIV / AIDS.
Lampiran
: Materi
Human Immunodeficiency Virus (HIV)
/ Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS)
1.
Definisi
HIV / AIDS
adalah suatu infeksi oleh salah satu dari 2 jenis virus yang secara progresif
merusak sel-sel darah putih yang disebut limfosit, menyebabkan AIDS (Acquired
Immunodeficiency Syndrome) dan penyakit lainnya sebagai akibat dari gangguan
kekebalan tubuh.
Kegagalan system
kekebalan tubuh yang mengakibatkan timbulnya 2 jenis penyakit yang jarang
ditemui ini sekarang dikenal dengan AIDS. Kegagalan sisitem kekebalan juga
ditemukan pada para pengguna obat-obatan terlarang yang disuntikkan, penderita
hemofilia, penerima transfusi darah.
2.
Cara
penularan dan kegiatan yang tidak menularkan
Penularan HIV
terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh yang mengandung sel terinfeksi atau
partikel virus.
Yang dimaksud dengan cairan tubuh
disini adalah: darah, semen, cairan vagina, cairan serebrospinal dan air susu
ibu.
a. HIV
/ AIDS ditularkan melalui cara – cara berikut:
1) Hubungan
seksual dengan penderita, dengan resiko penularan 0,1 – 1 % tiap hubungan
seksual.
2) Melalui
darah, yaitu :
- Transfusi
darah yang mengandung HIV, resiko penuarannya 90-98%
- Tertusuk
jarum yang mengandung HIV, resiko penularannya 0,03 %
- Terpapar
mukosa yang mengandung HIV, resiko penularannya 0,0051%
3) Transmisi
dari ibu ke anak
-
Selama kehamilan
-
Saat persalinan, resiko
penularan 50%
-
Melalui air susu Ibu
(ASI), resiko penularannya 14%
b. HIV
/ AIDS tidak menular melalui :
1)
Makan, minum bersama
2)
Memakai peralatan makan
/ minum mereka
3)
Bersentuhan, berjabat
tangan
4)
Berpelukan, berciuman
5)
Hidup serumah
6)
Menggunakan wc / toilet
bersama
7)
Berenang bersama
8)
Bergantian pakaian,
handuk, saputangan
9)
Hubungan social lainnya
10) Gigitan
serangga
3.
Tanda
dan Gejala
Beberapa
penderita menampakkan gejala yang menyerupai mononukleosi infeksiosa dalam
waktu beberapa minggu setelah terinfeksi. Penderita bisa menunjukkan
gejala-gejala infeksi HIV dalam waktu beberapa tahun sebelum terjadinya infeksi AIDS.
Gejalanya berupa :
a. Pembengkakan
kelenjar getah bening
b. Penurunan
berat badan
c. Demam
yang hilang timbul
d. Perasaan
tidak enak badan
e. Lelah
f. Diare
berulang
g. Anemia
( hb menjadi rendah)
h. Thrush
( infeksi jamur di mulut )
Biasanya gejala
demam, ruam-ruam, pembengkakan kelenjar getah bening dan rasa tidak enak badan
yang berlangsung selama 3-14 hari. Sebagian besar gejala akan hilang, meskipun
kelenjar getah bening tetap membesar.
4.
Cara
Pencegahan
Program
pencegahan penyebaran HIV / AIDS dipusatkan teruatama pada pendidikan
masyarakat mengenai cara penularan, dengan tujuan merubah kebiasaan orang-orang
yang beresiko tinggi untuk tertular.
Cara – cara pencegahan ini adalah :
a. Untuk
orang sehat
1) Abstinens
(tidak melakukan hubungan seksual bebas)
2) Seks
aman (terlindung)
3) Seks
dengan pasangan yang sah ( suami – istri )
b. Untuk
penderita HIV / AIDS positif
1) Abstinens
2) Seks
aman
3) Tidak
mendonorkan darah atau organ
4) Mencegah
kehamilan
5) Memberi
tahu mitra seksualnya sebelum dan sesudah diketahui terinfeksi
c. Untuk
penyalahguna obat – obatan
1) Menghentikan
penggunaan suntikan bekas atau bersama-sama
2) Mengikuti
program rehabilitasi
d. Untuk
professional kesehatan
1) Menggunakan
sarung tangan lateks pada setiap kontak dengan cairan tubuh
2) Menggunakan
jarum sekali pakai.
5.
Cara
Perawatan dan Pengobatan
Penatalaksanaan
infeksi HIV / AIDS meliputi penatalaksanaan fisik, psikologis, dan social.
Penatalaksanaan medic
terdiri dari :
a. Pengobatan
suportif
3) Nutrisi
dan vitamin yang cukup
4) Pandangan
hidup yang positif
5) Dukungan
psikologis dan sosial
b. Pencegahan
serta pengobatan infeksi opurtunistik dan kanker
c. Pengobatan
antiretroviral
Referensi :
Kapita selekta kedokteran edisi 3, jilid 1.
Penerbit: Media Aesculapius Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. tahun 2001
