Rabu, 26 November 2014

RPP HIV



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Kuliah                            : Pendidikan Kesehatan
Sasaran                                    : Penghuni LAPAS
Pertemuan Ke-                        : 1 (satu)
Alokasi Waktu                        : 15 Menit
Standar Kompetensi               : Mengenal Lebih Dekat HIV / AIDS
Kompetensi Dasar                   : Pengantar / Pemahaman Dasar Tentang HIV / AIDS
Indikator                                 :
1.      Mengetahui definisi HIV / AIDS
2.      Mengetahui cara penularan dan kegiatan yang tidak menularkan HIV /AIDS
3.      Mengetahui gejala-gejala HIV / AIDS
4.      Mengetahui cara pencegahan HIV / AIDS
5.      Mengetahui cara perawatan dan pengobatan HIV / AIDS
I.       Tujuan Pembelajaran
Diakhir proses pembelajaran, diharapkan peserta dapat :
1.      Menjelaskan definisi HIV / AIDS
2.      Menjelaskan cara penularan dan kegiatan yang tidak menularkan HIV /AIDS
3.      Menjelaskan gejala-gejala HIV / AIDS
4.      Menjelaskan cara pencegahan HIV / AIDS
5.      Menjelaskan cara perawatan dan pengobatan HIV / AIDS
II.    Materi Ajar                     : Pengetahuan Dasar HIV / AIDS
III. Metode Pembelajaran    : Ceramah dan Tanya jawab


IV. Langkah – Langkah Pembelajaran
Kegiatan Awal ( 2 menit )         
Apersepsi             : Perkenalan bahaya HIV / AIDS
Motivasi               : Gambaran pengidap HIV / AIDS
Kegiatan Inti (10 menit)
Pemateri mengawali pembelajaran dengan memberikan penjelasan tentang pokok materi yang akan dibahas yaitu : definisi, cara penularan, kegiatan yang tidak menularkan HIV / AIDS, gejala, cara pencegahan, cara perawatan dan pengobatan HIV / AIDS. Pemateri juga dapat menjelaskan bahwa pembelajaran akan dilakukan melalui ceramah dan tanya jawab. Sebagai langkah awal untuk mengetahui pengetahuan peserta tentang HIV / AIDS, pemateri dapat memberikan pertanyaan terbuka. Kemudian pemateri memberi penegasan tentang pertanyaan tadi.
Kegiatan Penutup ( 5 menit )
Pemateri melakukan evaluasi proses pembelajaran.
V.    Alat / Bahan / Sumber Belajar
1.      Alat                           : Leaflet, Laptop, Infokus
2.      Sumber Bahan          : Buku tentang HIV / AIDS
3.      Sumber Belajar         :
a.       Kapita selekta kedokteran edisi 3, jilid 1. Penerbit: Media Aesculapius Fakultas Kedokteran Universitas  Indonesia. tahun 2001
VI.    Evaluasi
Pemateri melakukan tanya jawab untuk mengetahui sejauhmana peserta mengerti materi HIV / AIDS.
Lampiran : Materi
Human Immunodeficiency Virus (HIV) / Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS)
1.      Definisi
HIV / AIDS adalah suatu infeksi oleh salah satu dari 2 jenis virus yang secara progresif merusak sel-sel darah putih yang disebut limfosit, menyebabkan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) dan penyakit lainnya sebagai akibat dari gangguan kekebalan tubuh.
Kegagalan system kekebalan tubuh yang mengakibatkan timbulnya 2 jenis penyakit yang jarang ditemui ini sekarang dikenal dengan AIDS. Kegagalan sisitem kekebalan juga ditemukan pada para pengguna obat-obatan terlarang yang disuntikkan, penderita hemofilia, penerima transfusi darah.
2.      Cara penularan dan kegiatan yang tidak menularkan
Penularan HIV terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh yang mengandung sel terinfeksi atau partikel virus.
Yang dimaksud dengan cairan tubuh disini adalah: darah, semen, cairan vagina, cairan serebrospinal dan air susu ibu.
a.       HIV / AIDS ditularkan melalui cara – cara berikut:
1)      Hubungan seksual dengan penderita, dengan resiko penularan 0,1 – 1 % tiap hubungan seksual.
2)      Melalui darah, yaitu :
-  Transfusi darah yang mengandung HIV, resiko penuarannya 90-98%
-  Tertusuk jarum yang mengandung HIV, resiko penularannya 0,03 %
-  Terpapar mukosa yang mengandung HIV, resiko penularannya 0,0051%
3)      Transmisi dari ibu ke anak
-   Selama kehamilan
-   Saat persalinan, resiko penularan 50%
-   Melalui air susu Ibu (ASI), resiko penularannya 14%
b.      HIV / AIDS tidak menular melalui :
1)     Makan, minum bersama
2)     Memakai peralatan makan / minum mereka
3)     Bersentuhan, berjabat tangan
4)     Berpelukan, berciuman
5)     Hidup serumah
6)     Menggunakan wc / toilet bersama
7)     Berenang bersama
8)     Bergantian pakaian, handuk, saputangan
9)     Hubungan social lainnya
10) Gigitan serangga
3.      Tanda dan Gejala
Beberapa penderita menampakkan gejala yang menyerupai mononukleosi infeksiosa dalam waktu beberapa minggu setelah terinfeksi. Penderita bisa menunjukkan gejala-gejala infeksi HIV dalam waktu beberapa tahun sebelum  terjadinya infeksi AIDS.
Gejalanya berupa :
a.       Pembengkakan kelenjar getah bening
b.      Penurunan berat badan
c.       Demam yang hilang timbul
d.      Perasaan tidak enak badan
e.       Lelah
f.       Diare berulang
g.      Anemia ( hb menjadi rendah)
h.      Thrush ( infeksi jamur di mulut )
Biasanya gejala demam, ruam-ruam, pembengkakan kelenjar getah bening dan rasa tidak enak badan yang berlangsung selama 3-14 hari. Sebagian besar gejala akan hilang, meskipun kelenjar getah bening tetap membesar.
4.      Cara Pencegahan
Program pencegahan penyebaran HIV / AIDS dipusatkan teruatama pada pendidikan masyarakat mengenai cara penularan, dengan tujuan merubah kebiasaan orang-orang yang beresiko tinggi untuk tertular.
Cara – cara pencegahan ini adalah :
a.       Untuk orang sehat
1)      Abstinens (tidak melakukan hubungan seksual bebas)
2)      Seks aman (terlindung)
3)      Seks dengan pasangan yang sah ( suami – istri )
b.      Untuk penderita HIV / AIDS positif  
1)      Abstinens
2)      Seks aman
3)      Tidak mendonorkan darah atau organ
4)      Mencegah kehamilan
5)      Memberi tahu mitra seksualnya sebelum dan sesudah diketahui terinfeksi
c.       Untuk penyalahguna obat – obatan
1)      Menghentikan penggunaan suntikan bekas atau bersama-sama
2)      Mengikuti program rehabilitasi
d.      Untuk professional kesehatan
1)      Menggunakan sarung tangan lateks pada setiap kontak dengan cairan tubuh
2)      Menggunakan jarum sekali pakai.
5.      Cara Perawatan dan Pengobatan
Penatalaksanaan infeksi HIV / AIDS meliputi penatalaksanaan fisik, psikologis, dan social.
Penatalaksanaan medic terdiri dari :
a.       Pengobatan suportif
3)      Nutrisi dan vitamin yang cukup
4)      Pandangan hidup yang positif
5)      Dukungan psikologis dan sosial
b.      Pencegahan serta pengobatan infeksi opurtunistik dan kanker
c.       Pengobatan antiretroviral
 Referensi :
 Kapita selekta kedokteran edisi 3, jilid 1. Penerbit: Media Aesculapius Fakultas Kedokteran Universitas  Indonesia. tahun 2001